Pengantar

Sahabat-sahabat yang baik, Guru Sejarah merupakan ujung tombak sekaligus garda terdepan di dalam menumbuhkembangkan nation & character building, terutama dalam dunia Pendidikan.

Sesungguhnya, jika Guru PPKn membantu kita agar menjadi “Negara-Wan”, maka Guru Sejarah mengajarkan kita bagaimana menjadi “Bangsa-Wan”, tuan yang bermartabat diatas tanah pertiwi ini! Tuan yang memiliki kebanggaan atas bangsa dan negaranya!

Guru Sejarah memberi tahu kita bahwa meningkatkan “daya sanding” lebih bernilai guna daripada sekedar “daya saing”! Persatuan, kolaborasi dan penghormatan kepada sesama mutlak dibina apapun latar belakang daerah, suku, budaya, agama, gender, usia, formalitas instansi atau apapun itu bentuknya.

Pendidikan Sejarah merupakan kajian dan pembelajaran tentang berbagai peristiwa sejarah yang ditunjukan untuk membangun memori kolektif bangsa agar mengenal jati dirinya serta menjadikannya sebagai landasan dalam membangun kehidupan berbangsa dan bernegara pada masa kini maupun masa yang akan datang.

Sejarah tidak melulu pengetahuan semata, apalagi bersifat hafalan tanpa makna. Justru sejarah adalah mengenai bagaimana kita belajar makna, memaknai apa yang terjadi di masa lalu. Secara pendekatan pedagogis Sejarah tidak melulu bersifat regresif (memulainya dari masa lalu dan mengaitkannya dengan masa kini), melainkan sejarah dapat juga bersifat progresif (memulainya dari masa kini, kemudian mengaitkannya dengan apa yang terjadi di masa lalu). Sejarah selalu lekat dengan perubahan dan keberlanjutan!

Sejarah adalah sebuah keterampilan, bagaimana kita memiliki keterampilan berpikir sejarah (berpikir secara sinkronik, diakronik, maupun kausalitas). Sejarah adalah keterampilan berbicara, bagaimana kita mampu menceritakan narasi-narasi masa lalu secara jujur dan apa adanya. Sejarah juga adalah keterampilan merekonstruksi masa lalu melalui tulisan dengan tahapan-tahapan yang jelas seperti heuristic, verifikasi, dan interpretasi.

Sejarah juga mampu membentuk sikap-sikap positif yang diwujudkan dalam bentuk kesadaran sejarah. Narasi-narasi yang berangkat dari masa lalu, yang sarat dengan nilai-nilai luhur yang dapat memperkuat kita sebagai bangsa, perlu diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya.

Pendidikan Sejarah perlu diangkat dan diperteguh kembali keberadaannya. Guru sejarah perlu menyadari, menghayati, dan bangga terhadap keberadaannya sebagai agen pewarisan nilai-nilai luhur bangsa.

Selamat bergabung dalam Asosiasi Guru Sejarah Indonesia (AGSI), terima kasih sudah menjadi bagian dari niatan baik ini, bagian dari Gerakan ini, bagian dari Perubahan ini, bagian dari para Pejuang dan Pendidik Sejarah yang mewarnai organisasi ini dengan berbagai manifestasi pikiran serta tindakan baik individu maupun kolektif, demi mencapai tujuan bersama!

Salam hormat,

Sumardiansyah Perdana Kusuma
Ketua Umum AGSI 2017-2021

Tulisan ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *