Seri Guru Sejarah Berprestasi, Eko Jarwanto: Guru Desa dan Peraih Medali Emas OGN bidang Sejarah.

 

Juara 1 OGN Bidang Sejarah

Sebuah Pengalaman tidak terlupakan bagi Eko Jarwanto, guru sejarah dari SMA Assaadah Bungah Gresik, Jawa Timur ini. Meskipun beliau mengajar di SMA swasta yang terletak di desa, namun berkat ketekunannya dalam membimbing siswa dan mengikuti berbagai ajang kompetisi, beliau akhirnya mampu memberikan beragam prestasi yang membanggakan bagi lembaga dan daerahnya. Salah satu prestasi yang berhasil dicapai ialah pada ajang OGN (Olimpiade Guru Nasional). Pak Eko, begitu sapaannya merupakan guru pertama peraih Medali Emas OGN (Olimpiade Guru Nasional) di tingkat Nasional untuk mata pelajaran sejarah pada tahun 2017 lalu.

OGN (Olimpiade Guru Nasional) merupakan ajang kompetisi bagi guru-guru se-Indonesia. Pesertanya merupakan perwakilan dari tiap-tiap provinsi yang telah diseleksi dan lulus passinggrade (ambang batas) oleh Dirjen GTK, Kemdikbud RI di masing-masing daerah sesuai dengan mapel yang diampu. Ajang ini dulunya bernama OSN (Olimpiade Sains Nasional) yang khusus melombakan guru-guru pada mapel Matematika dan Sains, namun berkembang menjadi OGN (Olimpiade Guru Nasional) di tahun 2017. Pada tahun itulah untuk pertamakalinya ada penambahan beberapa mata pelajaran rumpun ilmu sosial, salah satunya adalah mata pelajaran sejarah.

Menurut Presiden AGSI, Sumardiansyah Perdana Kusuma, Penyelenggaraan OGN merupakan sarana bagi guru dalam mengaktualisasikan kompetensi yang dimilikinya melalui arena yang positif. Sumardiansyah juga menambahkan, bahwa dibukanya kategori guru atau mata pelajaran sejarah dalam OGN adalah hal yang patut untuk diapresiasi. Sejarah adalah sebuah ilmu yang mempelajari masa lalu manusia. Generasi sekarang maupun yang akan datang perlu mengetahui asal usul (identitas) yang membentuk bangsa dan negaranya. Belajar sejarah adalah penting untuk menumbuhkembangkan Nation and Character Building.

Sudah saatnya panitia (pemerintah) menghapus dikotomi dan memandang setara kedudukan antara ilmu sosial (humaniora), ilmu bahasa (sastra), dengan ilmu alam (eksak). Baik ilmu sosial, ilmu bahasa, maupun ilmu alam sesungguhnya adalah bagian dari profesionalisme yang dipelajari oleh guru-guru di negeri ini sesuai dengan latar belakangnya masing-masing, ketiganya adalah mata pelajaran (rumpun) yang menjadi bagian dari system pendidikan di negeri ini, dan ketiganya memiliki karakteristik keilmuan sesuai bidangnya masing-masing yang satu sama lain saling melengkapi untuk kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang dicapai oleh bangsa Indonesia.

Membangun mental manusia (kebudayaan) membutuhkan sumbangsih ilmu-ilmu sosial dan ilmu-ilmu bahasa, sedangkan pembangunan sarana fisik (peradaban) juga membutuhkan kontribusi ilmu-ilmu alam di dalamnya. Ditengah problematika yang semakin kompleks dewasa ini, pendekatan lintas ilmu bisa menjadi salah satu alternatif yang ditawarkan sebagai sebuah solusi, tegas Sumardiansyah.

Eko Jarwanto bersama Presiden dan Pengurus AGSI Jawa Timur

Diceritakan kembali oleh Pak Eko Jarwanto mengenai proses awal mengikuti ajang OGN tersebut. Bahwa, setelah mendaftar dan melengkapi berkas secara online di Kesharlindung Dikmen dan dinyatakan lolos seleksi administrasi, beliaupun lalu diundang untuk mengikuti proses seleksi tes tulis di tingkat propinsi. Pak Eko selanjutnya dinyatakan lolos ke tingkat nasional untuk mewakili Jawa Timur bersama rekan guru sejarah lainnya dari Malang, yaitu Dr. Susanto Yunus Alfian, M.Pd. Pada tingkat nasional tahapan seleksi OGN berjalan semakin ketat.

Menurut Pak Eko, terdapat empat tahapan tes seleksi yang harus dilalui oleh setiap peserta, yaitu 1). Tes Tulis berupa soal pedagogik dan profesional, 2). Tes Workshop pembuatan perangkat dan media pembelajaran, 3). Tes Praktik mengajar di hadapan para dosen, dan 4). Tes Presentasi karya tulis ilmiah Best Practice. Acara grandfinal OGN tahun 2017 sendiri berlangsung di kampus UNY, Yogyakarta tepatnya pada 18-21 Juli 2017.

Setelah melalui semua tahapan tes, maka panitia dan dewan juri mengumumkan para pemenangnya. Alhamdulillah…! Pak Eko Jarwanto, yang saat ini menjadi pengurus pusat AGSI dari Departemen Profesi ditetapkan sebagai Juara I pada ajang OGN Tingkat Nasional untuk mapel sejarah yang pertama kalinya. Beliaupun tidak menyangka bisa meraih prestasi membanggakan tersebut mengingat persiapan dan waktu yang terbatas. Beliaupun berhak mendapat penghargaan berupa Medali Emas dari Kemdikbud RI di ajang OGN tersebut. Sementara itu, Juara II OGN mapel sejarah diraih oleh Bu Eny Farhaini, S.Pd dari SMAN 1 Sedayu Yogyakarta dan Juara III oleh Bpk. Marwan Subroto dari SMA Labschool Kebayoran Jakarta.

Mendapat penghargaan dari Gubernur Jawa Timur, Sukarwo

Selepas mengharumkan nama Jawa Timur pada ajang OGN, beliaupun kemudian juga diundang dan mendapatkan penghargaan sebagai Guru Berprestasi dari Gubernur Jawa Timur (Dr. H. Soekarwo, M.Hum) dan Kepala Dinas Pendidikan Propinsi Jawa Timur di tahun yang sama. Bahkan, berkat pencapaiannya itu beliau mendapatkan reward dari lembaga tempatnya bernaung (SMA Assaadah Bungah Gresik) untuk menunaikan ibadah Umroh secara gratis bersama keluarga di akhir tahun 2017. “Sungguh ini merupakan anugerah terbesar dan tidak terbayangkan sebelumnya bagi saya dan keluarga bisa beribadah ke tanah suci secara gratis, sekaligus berkesempatan mengunjungi situs-situs sejarah kebudayaan Islam di sana”, Ungkap Pak Eko.

Pak Eko Jarwanto sendiri merupakan guru sejarah yang sering dalam mengikuti berbagai kegiatan kompetisi dan perlombaan, baik itu secara pribadi sebagai guru maupun bersama dengan siswa bimbingannya. Menurutnya, dengan mengikuti kompetisi lomba, maka dapat mengukur kemampuan diri serta memberikan pengalaman berharga bagi siswa dan bagi guru dalam peningkatan profesionalismenya. Di sisi lain, melalui ajang kompetisi juga dapat menambah banyak teman, sahabat, dan saudara dari berbagai daerah di Indonesia. Menurut Pak Eko, mengikuti sebuah kompetisi atau lomba bukanlah bertujuan untuk saling mengalahkan satu sama lain, namun merupakan sarana untuk mengembangkan potensi diri, berbagi ilmu, dan menjalin silaturahmi sesama insan pendidik, baik itu dikalangan guru maupun siswa, ujarnya.

Pak Eko dapat dikatakan termasuk sosok guru yang tekun, sabar dan “telaten” dalam membimbing para siswanya di sekolah. Sebagai pembina KIR di sekolah, beliau lebih memfokuskan diri pada bidang ilmu sejarah dan ilmu-ilmu sosial. Hasilnya, sudah puluhan kejuaraan telah beliau raih bersama siswanya, baik di tingkat regional (propinsi) maupun nasional.

Tercatat, dalam tiga tahun terakhir contoh kejuaran yang diraih antara lain: Juara I OSN mapel IPS di Jawa Timur, Juara I Lomba Film Sejarah tingkat Prop. Jawa Timur 2016. Terbaik IV Nasional ajang LKAS (Lomba Kreasi Audiovisual Sejarah) 2016 oleh Direktorat Sejarah, Dirjen Kebudayaan, Kemdikbud RI. Kemudian, Juara II LKTI Sejarah tingkat Nasional di UGM Yogyakarta 2017 dan Juara III LKTI Sejarah tingkat Nasional di kampus yang sama tahun 2016. Juara III Lomba Film Dokumenter Sejarah Se Jawa-Bali di Unair 2016. Juara I Lomba Poster Sejarah di UNEJ tahun 2016 dan Juara Favorite Lomba Poster Budaya di UGM tahun 2017. Finalis Lomba Karya Komik Sejarah di Direktorat Sejarah 2017. Harapan II LKTI Sejarah di Unesa 2017 dan Finalis LKTI Sejarah di Unesa 2016. Finalis (20 besar Nasional) kegiatan CCTG (Lawatan Sejarah) tahun 2017, serta Pemenang Jetrada (Jelajah Tradisi Budaya) Prop. Jawa Timur tahun 2018. Terakhir, di awal tahun 2018 ini beliau juga berhasil meraih Juara I Guru Berprestasi (Gupres) jenjang SMA di daerahnya, Gresik.

Kecintaan Pak Eko dalam “dunia” sejarah memang telah terlihat sejak kecil. Hobinya dalam bidang baca dan tulis menulis nampaknya mendukung hal tersebut. Berkat ketekunannya itu pula, Pak Eko semasa kuliah S1 berhasil mendapat predikat lulusan terbaik pada Jurusan Pendidikan Sejarah, Unesa (Universitas Negeri Surabaya) pada tahun 2009. Beliaupun lalu melanjutkan studi S2 tahun 2011 di almamater yang sama dan lulus tahun 2013 dengan predikat Cumlaude.

Selama menempuh S2, Pak Eko banyak menimba ilmu dari teman satu kelas yang juga bersama dalam kepengurusan AGSI, yaitu Bu Mariana, M.Pd yang telah memiliki jam terbang tinggi dalam dunia pendidikan. Bahkan, Pak Eko pada tahun 2012 juga mendapatkan kesempatan beasiswa shortstudy dalam rangka kegiatan pertukaran pelajar di Jepang, tepatnya di kampus Aichi University of Education (AUE), Nagoya untuk memperdalam bidang ilmu pendidikan sejarahnya. Banyak hal beliau dapatkan dari kegiatannya di Jepang tersebut, seperti beragam rancangan model dan metode pembelajaran sejarah serta penerapan kegiatan Lessonstudy dalam pembelajaran sejarah.

Kini, Pak Eko selain di AGSI juga aktif dalam kegiatan MGMP di daerah, baik dalam lingkup Kabupaten maupun Propinsi. Beliau sekarang menjadi wakil ketua MGMP Sejarah di Kabupaten Gresik. Hobinya dalam dunia tulispun juga masih dilakukan dengan aktif menulis tentang sejarah lokal Gresik dalam bentuk buku, artikel, dan jurnal di berbagai media cetak maupun online. Sebagai bagian dari anggota AGSI (Asosiasi Guru Sejarah Indonesia), Pak Eko percaya bahwa keberadaan AGSI akan mampu menjadi wadah gerakan para guru sejarah dalam berkarya dan berinovasi untuk lebih maju. AGSI juga memberikan sarana dalam bertukar pikiran, ide, dan gagasan untuk mewujudkan sebuah kerangka pendidikan sejarah yang lebih baik bagi pendidikan di Indonesia, ujarnya.

Selain itu bergabungnya guru-guru sejarah dengan latar belakang dan prestasi yang hebat dalam kepengurusan AGSI diharapkan akan menginspirasi orang banyak dan bisa memperkuat AGSI sebagai sebuah organisasi profesi yang bergerak di bidang pendidikan dan kesejarahan. Selamat untuk Pak Eko dan teruslah berkarya, tutup Sumardiansyah.

 

Tulisan ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *