AGSI Sumatera Utara Expose Inovasi Pembelajaran Sejarah

Yopi Rachmad, Ketua AGSI Sumut

Asosiasi Guru Sejarah Indonesia Provinsi Sumatera Utara (AGSI Sumut) melaksanakan kegiatan Expose Inovasi Pembelajaran Sejarah. Kegiatan ini diisi dengan beberapa kegiatan seperti pameran inovasi pembelajaran sejarah, Talkshow, launching buku pengeja sejarah dan apresiasi guru sejarah bermartabat.

Ketua AGSI Sumut, Yopi Rachmad menyatakan bahwa kegiatan expose inovasi pembelajaran sejarah ini merupakan expose produk-produk yang dihasilkan oleh guru-guru sejarah Sumatera Utara.

“Kegiatan ini merupakan apresiasi Asosiasi Guru Sejarah Indonesia Provinsi Sumatera Utara terhadap kreatifitas guru-guru sejarah Sumatera Utara. Selama ini, guru sejarah sudah mengembangkan gagasan-gagasan baik dalam bentuk best practice di kelas. Guru-guru kreatif ini perlu didukung sedemikian rupa agar lahir guru-guru sejarah kreatif lainnya di Sumatera Utara” katanya dalam acara Expose Inovasi Pembelajaran Sejarah di Grand Inna Medan pada Jumat (25/10).

Ketua AGSI Sumut tersebut menambahkan, ke depan kegiatan-kegiatan seperti ini akan terus dilakukan sehingga guru-guru sejarah memiliki panggung untuk diapresiasi sehingga dunia pendidikan kita kaya akan gagasan atau inovasi pembelajaran.

“Kegiatan expose inovasi pembelajaran sejarah ini dilakukan untuk memberikan panggung bagi guru-guru sejarah. Melalui talkshow yang dilakukan, guru-guru sejarah Sumatera Utara dapat melihat berbagai bentuk kreatifitas yang sudah dilakukan dan dihasilkan oleh guru-guru sejarah lainnya. Harapannya, semoga kegiatan ini dapat menginspirasi guru-guru sejarah lainnya untuk melakukan inovasi yang lebih baik lagi.” ujarnya.

Dalam kegiatan itu, guru-guru sejarah yang mempresentasikan hasil karyanya mendapat apresiasi oleh Asosiasi Guru Sejarah Indonesia Provinsi Sumatera Utara dalam bentuk plakat penghargaan Guru-guru Sejarah Bermartabat.

“Asosiasi Guru Sejarah Indonesia Provinsi Sumatera memberikan penghargaan dalam bentuk Plakat Apresiasi Guru-guru Sejarah Bermartabat karena mereka sudah menjaga martabat guru-guru sejarah Sumatera Utara dalam bentuk kreatifitas di dalam kelas.” ungkapnya.

Beberapa guru-guru sejarah Sumatera Utara yang mendapat aprsesiasi Guru-guru Sejarah Bermartabat antara lain; Muhammad Afandi (SMA Swasta Cerdas Murni) dengan judul inovasi Lets Find Us & TTS, Mardiana (SMA Islam Plus Adzkia) dengan judul inovasi Miniatur peninggalan sejarah Hindu-Buddha di Sumatera Utara dan Rismal (SMA Negeri 15 Medan) dengan judul Film dokumenter sejarah di Sumatera Utara.

Presiden Asosiasi Guru Sejarah Indonesia (AGSI), Sumardiansyah Perdana Kusuma yang juga hadir dalam kegiatan Expose inovasi pembelajaran tersebut menguatkan bahwa pembelajaran sejarah harus menggunakan berbagai macam pendekatan.

“Pembelajaran Sejarah bukan hanya sebatas hafalan semata, lebih dari itu sejarah adalah bagaimana kita membangun sebuah penalaran kemudian menarik hikmah dari sebuah peristiwa, ujar Sumardiansyah”

Dalam kesempatan tersebut, Presiden AGSI juga memaparkan bagaimana pembelajaran sejarah harus melihat jiwa zaman dan karakteristik generasi. Jangan sampai kita tidak memahami ini sehingga pembelajaran yang kita lakukan terkesan monoton bahkan usang. Penggunaan butir-butir soal evaluasi pun harus memperhatikan LOTS sampai HOTS dengan berbasis kepada Kompetensi Dasar dalam kurikulum.

Ketua Asosiasi Guru Sejarah Provinsi Sumatera Utara bersyukur bahwa kegiatan ini dapat dilaksanakan dan meyakinkan bahwa kegiatan seperti ini akan terus dilakukan oleh Asosiasi Guru Sejarah Provinsi Sumatera Utara. “Alhamdulillah, kegiatan expose pembelajaran sejarah dapat terselenggara dengan baik. Terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu terselenggaranya  walaupun banyak hambatan untuk dapat menyelesaikannya.” ungkapnya.

Di dalam kegiatan ini juga diluncurkan sebuah inovasi pembelajaran sejarah berbasis permainan yang difasilitasi oleh Direktorat Sejarah, Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI.

“Alhamdulillah, salah satu sesi kegiatan ini adalah expose inovasi pembelajaran sejarah dalam bentuk permainan. Inovasi itu diberi nama BSP Games, yang merupakan pengembangan pembelajaran pada materi Kolonialisme, khususnya sejarah perkebunan di Deli. Inovasi ini saya kembangkan dengan menggunakan pendekatan sejarah sebagai seni dengan mengkolaborasikannya dengan seni rupa. Saya melakukan penelitian dan diskusi berkelanjutan dengan Ki Surianto, seorang praktisi seni rupa dan juga guru seni budaya. Inovasi ini dibuat agar dapat digunakan oleh semua guru-guru sejarah di Indonesia yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi sekolah.”

Penyusun Buku Para Pengeja Sejarah

Kegiatan ini juga diisi oleh launching buku Para Pengeja Sejarah yang merupakan karya guru-guru sejarah Sumatera Utara dan pameran produk-produk inovasi pembelajaran sejarah yang dihasilkan oleh guru-guru sejarah Sumatera Utara serta perancangan penulisan bahan ajar berbasis sejarah lokal Sumatera Utara.

Presiden AGSI memberi pemaparan dihadapan Guru Sejarah Sumatera Utara

Turut hadir dalam kegiatan expose inovasi pembelajaran sejarah ini antara lain Penasehat AGSI Sumut, bapak Aswal Scorpio dan Ichsanul Arifin Siregar, yang juga merupakan Kacabdis Binjai dan Langkat yang sangat mengapresiasi dan mendukung kegiatan ini.  Hadir pula Peneliti dari Balai Arkeologi Sumatera Utara, bapak Taufik yang menyampaikan apresiasi dan dukungan Kepala Balai Arkeologi Sumatera Utara kepada Asosiasi Guru Sejarah Provinsi Sumatera dengan membuka pintu Balai Arkeologi untuk setiap kegiatan guru-guru sejarah yang tergabung di dalam Asosiasi Guru Sejarah Indonesia Provinsi Sumatera Utara. Pada kesempatan yang sama menjelang akhir kegiatan juga dirangkaikan dengan pelantikan Pengurus AGSI Sumatera Utara untuk periode 2019-2022.

Tulisan ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *