Risma: Cinta Tanah Air Itu Penting!

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini atau yang akrab disapa Risma mengatakan bahwa rasa cinta terhadap tanah air sangatlah penting. Hal itu dikatakannya di hadapan 500 guru sejarah se Indonesia yang tergabung dalam Asosiasi Guru Sejarah Indonesia (AGSI) dalam Persamuhan Nasional Pendidik Pancasila yang diselenggarakan oleh Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Minggu (1/12) di Hotel Shangri La Surabaya. Selain mengatakan hal itu, menurutnya Pancasila adalah hal yang sangat luar biasa. “Saat bangsa kita berusaha mempertahankan kemerdekaan di Surabaya, Bung Tomo menyeru tidak hanya kepada arek Suroboyo, namun ia juga menyebut semua unsur pemuda dari berbagai etnis. Artinya, sejak saat Indonesia merdeka, perasaan persatuan dalam keberagaman yang diikat oleh Pancasila sudah ada” ujarnya.

Karenanya, tambah Risma, maka penanaman rasa cinta terhadap tanah air harus sejak dini ditanamkan, sejak usia dini.  “Kalau anak-anak mencintai terhadap negerinya, maka ia tidak akan mungkin mau untuk menyakiti sesamanya” tambahnya.

Keberhasilan

Menurut Risma, ia yang dianggap sukses sebagai Wali Kota, harapannya tidak dikenal sebagai “Wali Kota Taman”. Hal itu karena menurutnya, ia berusaha mengamalkan apa yang diamanatkan Pancasila. “Setiap hari Pemkot Surabaya memberi makan gratis untuk 3000 sampai 5000 masyarakat miskin. Kami meyakini, ketika ada keadilan sosial, rakyat miskin berkurang dan menjadi sejahtera maka secara otomatis akan menguntungkan yang kaya karena daya beli mereka akan meningkat. Tentang taman, kita hanya punya 400 an, tapi selain itu kita punya 500 an lapangan olahraga, dan bahkan 1400 an perpustakaan. Itu semua untuk memastikan masyarakat Surabaya terfasilitasi potensinya dengan baik, jadi saya tidak hanya ngurusi taman” katanya.

Secara aktif, Risma juga mengaku jika Pemkot Surabaya setiap tahunnya melaksanakan kegiatan Sekolah Kebangsaan pada bulan November. “Intinya kita dekati anak-anak dengan baik, maka mereka akan menjadi baik juga dan akan mengoptimalkan potensi yang mereka miliki. Di sini peran seorang guru sangat besar. Guru harus mengemas dirinya sebaik mungkin sehingga anak menjadi tertarik. Setelah itu, pompa semangatnya untuk berprestasi. Awal saya jadi Wali Kota, hanya ratusan siswa yang berprestasi, kini jumlah itu sudah menjadi ribuan dan prestasinya hingga internasional” tandasnya.

Menurutnya, guru yang saat ini dapat membangkitkan semangat bagi siswa, suatu saat siswa tersebut akan dapat membanggakan bagi guru tersebut, di masa yang akan datang. “Berikan yang terbaik untuk anak-anak, maka pasti kebaikan itu akan kembali lagi kepada kita” pungkasnya.

Kontak Humas AGSI: Heni Purwono
085640554517, purwono.heni@gmail.com,
agsi.or.id

#persamuhanpendidikpancasila #ceritapancasila
#pancasiladariruangkelas
#bpip
#asosiasigurusejarahindonesia
#gurusejarah
#BPIP_RI_AGSI

Tulisan ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *