Download Himbauan dan Pernyataan Sikap Pengurus Pusat AGSI

PERNYATAAN SIKAP PP AGSI 2019

Ditulis pada Uncategorized | 2 Komentar

HIMBAUAN DAN PERNYATAAN SIKAP ATAS NAMA PENGURUS PUSAT ASOSIASI GURU SEJARAH INDONESIA

HIMBAUAN DAN PERNYATAAN SIKAP

ATAS NAMA PENGURUS PUSAT ASOSIASI GURU SEJARAH INDONESIA

Dewasa ini kedewasaan bangsa Indonesia diuji melalui berbagai bentuk problematika dalam berbagai aspek kehidupan. Tujuh Puluh Empat tahun Republik ini berdiri kita masih terus belajar untuk menjadi bangsa yang cerdas dan bijak utamanya dalam menjalani tata perilaku kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Pembukaan UUD 1945 yang memuat tujuan negara yaitu melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial, menjadi sebuah catatan penting bahwa negara memang harus hadir dalam menyelesaikan setiap persoalan yang menyangkut kepentingan masyarakat luas. Selain itu kesadaran yang bersumber dari masyarakat juga menjadi unsur penting yang perlu ditumbuhkembangkan dalam rangka partisipasi publik, memantau jalannya pemerintahan dan merespon berbagai isu yang berkembang di masyarakat. 

Sebagai Guru Sejarah mencerdaskan kehidupan bangsa melalui pembelajaran sejarah di ruang-ruang kelas menjadi hal wajib yang harus dilakoni. Guru sejarah bukan sebatas melakukan transfer of knowledge berupa kumpulan fakta, melainkan transfer of value dalam bentuk kesadaran sejarah. Guru Sejarah perlu peka terhadap situasi kontekstual, dengan mengedepankan penalaran cerdas dan hati jernih sebagai pertimbangan dalam membuat dan mengambil keputusan.

Melihat perkembangan yang terjadi belakangan ini, kami atas nama Pengurus Pusat Asosiasi Guru Sejarah Indonesia ingin memberikan beberapa himbauan kepada para Guru Sejarah antara lain:

  1. Guru Sejarah harus melek terhadap berbagai jenis informasi/pemberitaan yang terjadi disekitarannya untuk kemudian dapat diaktualisasikan melalui pembelajaran sejarah kontekstual yang bermakna di ruang-ruang kelas;
  2. Guru Sejarah harus mengedepankan dialog dengan membuka wawasan dan menciptakan narasi-narasi yang menyejukan serta memperteguh kita sebagai sebuah bangsa dalam bingkai NKRI, Pancasila, dan UUD 1945;
  3. Guru Sejarah harus menjadi agen literasi dan penghalau hoax melalui kecakapan berpikir sejarah.

Kami juga ingin memberikan pernyataan sikap terkait beberapa hal yaitu:

  1. Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Sumatera dan Kalimantan adalah kejahatan kemanusiaan yang luar biasa. Pendekatan sejarah lingkungan ala Peter Boomgaard yang memandang sejarah sebagai relasi antara manusia dan alam dapat menjadi alternative bagi Guru Sejarah dalam mengangkat isu-isu lingkungan hidup yang terintegrasi dalam pembelajaran sejarah;
  2. Aksi demonstrasi yang dilakukan mahasiswa adalah bagian dari proses demokrasi yang wajar. Sejarah mencatat gerakan mahasiswa ikut berperan dalam pembentukan bangsa ini mulai dari lahirnya pergerakan nasional Budi Utomo (1908), Sumpah Pemuda (1928), Rengasdenglok-Proklamasi (1945), Kesatuan Aksi Mahasiswa Indonesia (1966), dan Reformasi (1998);
  3. Mengecam tindakan represif aparat kepada para demonstran hingga berakibat jatuhnya korban jiwa Muhammad Yusuf Kardawi dan Muhammad Randi (mahasiswa Halu Oleo) serta menuntut pemerintah agar bertindak tegas terhadap oknum aparat tersebut;
  4. Kerusuhan di Wamena, Papua yang bermula dari isu rasialisme kemudian mengakibatkan bentrokan yang mengarah pada konflik horizontal antar penduduk asli dan pendatang patut dikecam secara keras karena mengakibatkan korban jiwa dan menciptakan ketakutan ditengah masyarakat. Pemerintah perlu memberikan perhatian kepada para korban, melakukan investigasi, menangkap dalang kerusuhan, dan menjatuhkan hukuman seberat-beratnya bagi para pelaku;
  5. Kecewa terhadap oknum pejabat dan anggota dewan yang lebih banyak memperlihatkan sikap negatif, minim prestasi, tidak peka terhadap suara rakyat, buta akan sejarah, dan jauh dari nilai keteladanan;
  6. Gempa yang terjadi di Ambon dan bisa jadi berpotensi menimpa daerah lain mengingat wilayah Kepulauan Indonesia yang dikelilingi cincin api pasifik, berada pada jalur sabuk alpide, dan dihimpit tiga lempeng benua menjadi sebuah tanda bahwa kesadaran mitigasi mutlak dimiliki oleh semua pihak. Luka akibat bencana adalah derita kita semua, atas nama persaudaraan sebangsa, setanah air, dan juga kemanusiaan.

 

Dari Ternate, Maluku Utara, 28 September 2019

Presiden AGSI, Sumardiansyah Perdana Kusuma

Sekjen AGSI, Warsono

 

Ditulis pada Uncategorized | 1 Komentar

Genta Bangsa wujud Sinergitas AGSI dan Pusat Sejarah TNI

Jumat (8/3/19) bertempat di Ruang Rapat lantai 2 Pusat Sejarah TNI, Jl. Gatot Subroto No. 16 Jakarta Selatan diadakan FGD dengan tema “Bagaimana Strategi dan Upaya untuk Mewujudkan Generasi Muda yang Cinta dan Bangga Sejarah”.

Suasana FGD di Lantai 2 Gedung Pusjarah TNI

FGD dibuka langsung oleh Kepala Pusat Sejarah TNI Brigjen Prantara Santosa, S.Sos., M.Si., M.Tr. (Han) dan dimoderatori Letkol Caj Dr. Kusuma, M.Si. Dalam sambutannya Prantara mengingatkan bahwa generasi muda mengalami ancaman ditengah maraknya pengaruh asing. “Munculnya kegalauan dan sikap oportunistis generasi muda pada saat ini salah satu penyebabnya adalah distorsi nasionalisme dan pengikisan jiwa patriotisme karena gempuran budaya dari luar, ungkap Prantara”. Ia juga memperkenalkan Generasi Muda yang Cinta dan Bangga Sejarah disingkat Genta Bangsa sebagai salah satu solusi dalam memberikan pijakan dan membentengi terutama para milenial dari pengaruh budaya asing.

Penggambaran sosok Genta dengan mengenakan sweater bergambar peta Indonesia

Turut hadir sebagai narasumber Presiden AGSI Sumardiansyah Perdana Kusuma, Sejarawan UI Ghamal Satya Mohammad, Ketua Komunitas Historia Indonesia Asep Kambali, dan Pegiat Sejarah Negarawan Muda DKI Jakarta Abdul Malik Raharusun.

Lanjutkan membaca

Ditulis pada Berita AGSI | Tinggalkan komentar

Pengajaran Sejarah Penting Membentuk Karakter

Hal itu dikemukakan oleh Mendikbud Muhadjir Effendy dalam sambutan diselenggarakannya Simposium Nasional Pengajaran Sejarah, Sabtu (23/2) di Aula LPMP Yogyakarta. Selain memberi apresiasi yang sangat tinggi terhadap pelaksanaan simposium pengajaran sejarah oleh Asosiasi Guru Sejarah Indonesia (AGSI). Mendikbud juga menandaskan beberapa hal. Diantaranya ia meminta agara pembelajaran sejarah di sekolah harus diselaraskan dengan penguatan pendidikan karakter. “Guru sejarah sangat strategis dan vital dalam membentuk karakter siswa. Karena dalam sejarah ada nilai luhur dan semangat yang dapat ditanamkan kepada peserta didik. Karenanya harus dikembangkan pembelajaran yang memanggungkan sejarah agar dapat memancing imajinasi siswa untuk menghayati makna sejarah” ujar Muhadjir. Selain itu, ia juga berharap dengan pembelajaran sejarah anak-anak didik di sekolah dapat mewarisi nasionalisme, bangga sebagai bangsa Indonesia dan mampu melanjutkan perjuangan kemerdekaan yang sudah digagas oleh para founding fathers. Lanjutkan membaca

Ditulis pada Uncategorized | Tinggalkan komentar

Rakernas AGSI Gayeng dengan Musikalisasi dan Puisi

Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Asosiasi Guru Sejarah Indonesia (AGSI) berlangsung gayeng dengan penampilan musikalisasi dan puisi bertemakan sejarah. Adalah Suparman, ketua AGSI DKI Jakarta, yang sembari memainkan musik harmonika menyanyika lagu berjudul we shall overcome, yang dipopulerkan oleh Peter Seker dan Joan Baez, yang merupakan lagu perlawanan masyarakat sipil negro Amerika. Lanjutkan membaca

Ditulis pada Uncategorized | Tinggalkan komentar

AGSI Gelar Simposium Nasional Pengajaran Sejarah di Yogyakarta

Asosiasi Guru Sejarah Indonesia (AGSI) bekerjasama dengan Direktorat Sejarah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI akan menggelar Simposium Nasional Pengajaran Sejarah bertempat di LPMP Yogyakarta, Jumat-Minggu (22-24/2). Tema simposium tersebut “Revolusi Pembelajaran Sejarah di Indonesia”. Rencananya simposium yang diikuti oleh lebih dari 200 guru sejarah se Indonesia itu, akan dihadiri oleh Mendikbud Muhadjir Effendy dan juga Dirjen Kebudayaan Hilmar Farid. Lanjutkan membaca

Ditulis pada Uncategorized | Tinggalkan komentar

Musyawarah Pembentukan AGSI: Selamat Datang AGSI Jawa Timur 

Musyawarah Pembentukan AGSI Jatim

Asosiasi Guru Sejarah Indonesia Provinsi Jawa Timur (AGSI Jatim) terbentuk. Bertempat di aula SMAN 2 Kediri (Sabtu, 24/12/2018) lalu Presiden AGSI Sumardiansyah Perdana Kusuma didampingi sekjen Ismail melantik guru guru sejarah Jawa Timur yang terpilih sebagai pengurus masa bhakti 2018-2023.

Lanjutkan membaca

Ditulis pada Uncategorized | Tinggalkan komentar

Musyawarah Pembentukan AGSI DKI Jakarta

Semangat Guru-guru  Sejarah dari tingkat SMA, SMK dan MAN di DKI Jakarta untuk mendirikan suatu organisasi profesi telah terwujud dalam pembentukan Asosiasi Guru Sejarah Indonesia (AGSI). Bertempat di SMA Negeri 70 dengan musyawarah bersama pada Jumat (9/2)  para Guru Sejarah SMA, SMK dan MA membentuk AGSI DKI Jakarta. Lanjutkan membaca

Ditulis pada Uncategorized | Tinggalkan komentar

Pembentukan AGSI Provinsi Sumatera Barat

Pengurus Inti AGSI Provinsi Sumbar

Sabtu, tanggal 26 Januari 2019 bertempat di Aula SMPN 2 Padang, jalan Bundo Kanduong (depan Hotel Ambacang/Axana) kota Padang, telah terbentuk AGSI Provinsi Sumatra Barat yang diikuti oleh Perwakilan  MGMP Sejarah dari beberapa kabupaten kota  di Sumatera Barat tingkat  SMP, SMA dan SMK. Lanjutkan membaca

Ditulis pada Uncategorized | Tinggalkan komentar

Open Public: Laporan dan Progress AGSI (1)

LAPORAN DAN PROGRESS AGSI

Ditulis pada Uncategorized | 1 Komentar